Tampilkan postingan dengan label Saga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2015


Peti Nuri Bey


INI kisah Nuri Bey. Seorang Albania terhormat dan bijak. Ia menikahi seorang perempuan yang jauh lebih ranum darinya.

Suatu sore, ia pulang lebih  gegas dari biasanya. Seorang dari banyak pelayan menyambutnya dengan aduan. “Istri Tuan bertindak mencurigakan. Di kamarnya ada sebuah peti besar, cukup besar untuk ditempati seorang laki-laki. Peti milik nenek Tuan itu seharusnya berisi bordian kuno. Tapi istri Tuan tak mengijinkan saya, pelayan yang paling tua ini, untuk melihat isinya.”

Jumat, 05 Juli 2013


Sepersekian Episode di Ulang Tahunmu

Selamat datang jiwa jernih yang akan mengisi rahimku.
Untuk benihmu dan kamu kuhaturkan cerita ini.

Tulisan ini adalah perjalanan bagi sebuah kelahiran.
Ini semua tentang kita. Soal kita. Ihwal kita. Saga Kita.
Dan padanya ada takdir yang menaungi kita.
Jadi fungsiku hanya menyuguhkan yang sudah ada, mengecap yang sedang ada, dan merancang yang seharusnya ada. Sementara kamu mendengarkan. Dengan segala abstraksi yang berenang-renang riuh di kepalamu.
Yakinku begitu.

Sabtu, 11 Agustus 2012


Ara-ku


Ara...
Ada banyak cara menyampaikan sesuatu. Pesan pendek, telefon, bicara lugas dengan bersitatap mata, berbisik, pun diam. Nyaris seluruhnya pernah aku lakukan.

Ara…
Surat bagiku serupa bongkahan relung yang ruah. Yang didalamnya berisi rasa, asa, semesta. Langgam klasik yang (masih) jadi pilihan terbaik bagi manusia yang lebih ekspresif menumpahkan segala melalui tulisan; aku. Anggap ini sebagai paraphrase dari lakuku sebelumnya.  

Selasa, 31 Juli 2012


A/S/L


KOTAK mungil chattroom di pojok monitor itu berkedip. Sebuah blink yang menandakan ada seseorang jauh di sana, entah dimana, sedang menyapa. Hi...(baca Hai) katanya. Hi too, aku menjawab, memberinya kehangatan yang setimpal. A/S/L plz1, dia menyahut lagi, mengirim pertanyaan awal untukku, bersemangat. Wahai engkau yang di seberang, tak sadarkah kau bahwa bagiku itu adalah pertanyaan tersulit.

Identifikasi diri dalam angka aksara, rangkaian simbol dan penandaan yang aneh untuk sekedar menandai usia, jenis kelamin, dan lokasi. Untuk S dan L, aku pasti akan menjawabnya dengan M/Jkt, sebab aku laki-laki (Male) dan saat ini ada di Jakarta. Namun untuk A, dengan angka berapa aku harus menjelaskan? 

Minggu, 15 Juli 2012


Surat Luka


IBUKU kerap mengawasi bangunan indah yang tak terlalu jauh dari rumah kami. Nanar. Bangunan megah itu terlihat jelas. Hanya dibatasi oleh tanah setengah hektar tak berpenduduk yang ditumbuhi banyak pohon besar. Ada jati, beringin, akasia, juga alpukat. Disana, aku senang bermain hingga larut malam, sendiri. Aku tak akan pulang sampai ibu berteriak memanggilku dan melebamkan pahaku dengan cubitannya karena tak kenal waktu, lupa mandi dan belajar. Hal itu berulang nyaris setiap hari, hingga usiaku 12 tahun dan aku harus melanjutkan sekolah ke kota dimana kakak pertama ibuku tinggal.

* * * *

Sabtu, 30 Juni 2012


Dan Aku pun Terbang



Akhirnya aku benar-benar bertemu bidadari, perempuan segar yang sungguh cantik, menawan dan gemulai dengan pakaian putih, sopan. Ini adalah pertemuan pertamaku dengan mahluk cantik yang hanya pernah aku tahu dari dongeng masa kecil….

SAAT aku kecil, jika ibu sedang pergi atau sibuk di dapur, nenekku selalu menghadiahi dongeng. Nenek tak punya banyak koleksi dongeng sehingga ia sering mengulang-ulang isi dongengnya. Meski begitu, aku selalu terkesima dan kemudian tertawa menyimaknya, sebelum akhirnya lelap memeluk.